home

7 Wisata Budaya Malang Yang Wajib Dikunjungi


Kota Malang mempunyai banyak potensi wisata yaitu wisata alam, wisata buatan bahkan yang tidak kalah menarik adalah wisata budayanya. Wisata budaya di malang banyak di temui di daerah Kabupaten Malang. Bagi anda yang suaka degan wisata-wisata sejarah anda dapat mengunjungi salah satu di bawah ini;

1.Pedepokan Seni Mangun Dharmo, Kecamatan Tumpang Malang

Padepokan Seni Mangun Dharma berada di Dusun Kemulan, Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Padepokan Seni Mangun Dharma menempati lokasi yang dekat dengan jalan raya, yaitu antara pasar Tumpang bagian belakang, menuju ke arah Poncokusumo, Kabupaten Malang. Desa Tulusbesar terletak di sebelah barat lereng kaki Gunung Semeru. Padepokan ini didirikan oleh seniman-seniman tumpang tahun 1989 dengan direktur artistik M. Sholeh Adi Pramono, dengan tujuan melestarikan kebudayaan khas Kabupaten Malang. Tempat ini juga mengembangkan seni topeng Malangan, dengan memberikan kursus menari pada masyarakat luas serta mengadakan pertunjukan seni.
  

2.Padepokan Seni Asmoro Bangun, Kecamatan Pakisaji

Padepokan ini merupakan salah satu wisata budaya Malang yang menjadi pusat seni topeng Malangan yang didirikan oleh Mbah Karimun yang sekarang sudah dikelola oleh penerusnyayaitu Pak Handoyo bersama istrinya Saini. Selain membuat topeng yang dipergunakan sebagai perlengkapan pertunjukan, padepokan ini juga menjual topengsebagai cinderamata. Tempat ini banyak dikunjungi turis mancanegara. Pedepokan juga mengadakan kerja sama dengan biro perjalanan wisata untuk mengadakan paket wisata menonton tarian dan belajar cara membuat topeng.Tempatnya berada di Dusun Kedung Monggo Desa Karang Pandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang
 
3.Candi Singosari Dan Arca Dwarapala


 
Candi Singhasari atau Candi Singasari atau Candi Singosari adalah candi Hindu -Buddha peninggalan bersejarah Kerajaan Singhasari . Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M di halaman komplek candi, candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292.

Arca Dwarpala adalah patung penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Siwa dan Budha, berbentuk manusia atau hewan. Ada dua Arca yang terletak di sebelah Barat situs Candi Singosari. Situs itu berbentuk dua Arca Dwarapala yang dibuat dari batu Monolitik dengan ketinggian 3,70m.Sedangkan di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang juga terdapat 2 Arca Dwarapala yang tingginya sekitar 3,5m dan terletak di pinggir jalan, saling berhadapan.Candi ini terletak di Desa Candi Rengo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

4.Stupa Sumberawan


    
Stupa ini merupakan peninggalan Kerajaan Singosari yang digunakan oleh umat Budha pada jaman itu, merupakan satu-satunya stupa di JawaTimur. Terletak di tengah telaga yang bening di kaki Gunung Arjuno. Stupa ini memiliki fungsi sebagai monumen lambang agama Budha yang diumpamakan sebagai lambang kahyangan,dibangun pada abad XIV.
Lokasi Stupa berada di Desa Sumberawan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Jawa TimurIndonesia
 
5.Candi Jago

Candi Jago berasal dari kata ‘jajaghu’ merupakan peninggalan kerajaan Singosari di abad 13. Candi ini dibangun oleh Raja Kertanegara untuk mengenang ayahnya yang telah wafat yaitu Raja Wisnuwardana. Menurut cerita penduduk setempat atap candi tersambar petir sehingga tinggal sebagian saja. karena terletak di Desa Tumpang oleh penduduk candi ini juga disebut sebagai Candi Tumpang. Pada candi terlihat pengaruh agama Hindu dan Budha. Candi Jago terletak di Dusun Jago Desa Tumpang Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

6.Candi Kidal

Candi Kidal merupakan candi peninggalan Raja Anusapati yang merupakan raja kedua dari kerajaan Singosari. Dibangun tahun 1248, setelah Anusapati meninggal, dan merupakan pendarmaan Raja Anusapati. Tingginya 12 meter dan terbagi menjadi 3 bagian. Sesuai dengan namanya kidal (yaitu kiri), candi bersifat prasawya yaitu pembacaan relief dari kanan ke kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Di relief candi banyak bercerita tentang kisah garudadeya yaitu kisah pengabdian seorang anak kepada ibunya, untuk mengentas ibunya dari perbudakan. Candi ini terletak Di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

7.Candi Badut

Candi Badut yang juga disebut Candi Liswa merupakan candi tertua di Jawa Timur, merupakan peninggalan dari Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan. Menurut Prasasti Dinoyo yang ditemukan di Desa Merjosari Malang, dijelaskan bahwa psat kerajaan Kanjuruhan berada daerah Dinoyo. Konon Raja Gajayana yang bernama Liswa adalah raja yang sangat dicintai oleh rakyatnya dan suka melucu (badut), sehingga candi yang dibangun atas perintahnya dinamakan Candi Badut.
   
Candi Badut ini tidak memiliki persamaan dengan candi-candi di Jawa Timur tapi justru banyak mempunyai kemiripan dengan Candi Dieng (Jawa Tengah). Candi Badut ini berada 5 km dari Kota Malang, yaitu di Desa Karangbeseuki, Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Ina Wijayanti
malangcorner.com


arief-arsitek


Tautan media yang lain