home

Belajar Desain Elemen Dasar Interior


Bagaimana Terbentuknya Sebuah Ruang Interior ???

            Jika kita mengatakan sebuah “ruang” maka akan yang langung terbayangkan adalah sebuah rongga yang terbentuk, yang setiap sisinya dibatasi oleh bidang. Setelah pemahaman yang sangat sederhana mengenai sebuah ruangan, sekarang kita akan mengenal bagaimana ruang interior itu terbentuk, elemen atau unsur apa saja yang turut membentuk sebuah ruangann.

            Untuk memudahkan pemahaman, kita ambil contoh yang paling sederhana, sebut saja misalnya, ruang tidur. Kalau kita membayangkan ruang tidur, maka yang akan terbayang pada diri kita adalah ruang yang dibatasi oleh setidaknya ada empat buah sisi bidang dinding yang bertemu pada sisi-sisinya, kemudian di bagian bawah terdapat bidang lantai, sementara pada bagian atasnya terdapat batas berupa langit-langit. Ya, memang itulah yang yang dikenal sebagai elemen dasar pembentuk ruang. Nah, sekarang perhatikan kembali ruang tidur kita tadi. Jika kemudian satu demi satu semua bidang dindingnya kita buang, kemudian langit-langitnya juga kita buang, maka dalam sekejap ruang tidur kita akan terasa menjadi ruang terbuka, layaknya ditengah lapang, dan kesan ruang terasa hilang dan ruang tidur kita akan langsung menyatu dengan ruang luar terbuka disekitarnya.

            Masih menggunakan ilustrasi ruang tidur kita tadi. Sekarang kita akan hadirkan sebuah dinding yang melingkupinya dan langit-langit. Maka, dalam sekejap kita juga akan merasakan ruang tidur kita tadi sudah sempurna dan jangan lupa dilengkapi seluruh elemen ruang tidur yaitu furnitu. Di samping itu bidang dinding, lantai, dan langit-langit, elemen dasar yang lain juga dikenal dalam desain interior adalah elemen furnitur dan elemen estetis. Kedua elemen dasar yang disebut terakhir ini, elemen dasar yang disebut terakhir ini, elemen furniture dan elemen estetis merupakan bagian yang cukup penting yang berfungsi member makna pada sebuah ruang.

            Kita coba bayangkan bagaimana elemen furniture dan estetis ini mampu memberi makna pada ruang. Kita bayangkan sebuah ruang yang kosong dan serba putih. Ruang ini sudah terbentuk dengan batas-batas empat bidang dinding, langit-langit, serta lantai. Namun karena ruang ini kosong, kita belum bias memaknai atau memberi nama ruang ini. Nah, disinilah kemudian elemen furniture dan estetis akan memberinya nama. Jika ke dalam ruang lalu kita masukkan ke dalamnya sebuah ranjang dengan guling, bantal dan selimut, maka akan dalam sekejap kita akan mengenalinya sebagai ruang tidur. Masih di ruang yang sama, sekarang ranjang tadi kita keluarkan dan kemudian kita tukar dan memasukkan sebuah meja dan kursi sofa, pigura, macam-macam aksesoris dan ornamen lainnya. Maka, ruang tersebut akan segera berubah menjadi ruang tamu. “Begitulah sebetulnya bagaimana elemen-elemen furnitur dan estetis bekerja sebagai elemen-elemen yang memberikan makna pada sebuah ruangan”.


arief-arsitek


Tautan media yang lain