home

Bingung mau ngajak liburan si kecil ? udah jangan pikiran,ini ada tips untuk liburan dengan si kecil


Boleh tidak, bayi diajak untuk bepergian??
Sebenarnya tidak ada aturan tertulis atau tinjauan secara medis untuk itu, Jadi boleh-boleh saja, kok, sesekali mengajak bayi berjalan-jalan terutama saat bayi sudah semakin besar,(6 bulan ke atas)  maka anda dapat membawa bayi jalan-jalan ke luar rumah. Dengan begitu, bayi dapat belajar mengenal lingkungannya, hal ini baik untuk tumbuh kembangnya. 

Bayi akan menghirup udara segar yang kaya akan oksigen. Ini tentunya baik bagi kesehatannya. Sesekali berpergian juga baik untuk menstimulasi pancaindra bayi. Si kecil dapat mendengar berbagai suara, seperti suara burung, serta merasakan embusan angin di permukaan kulitnya yang berguna untuk mengembangkan indra pendengaran dan perabanya.Ia juga bisa lebih mengenal banyak hal yang akan ditemui saat di jalan, sehingga kecerdasan kognitifnya ikut berkembang. 
Meski bepergian bikin bayi lebih cerdas dan lelah. Mama tetap butuh persiapan khusus saat mengajak bayi bepergian, berikut diantaranya :

1.Pilih tempat berkunjung/bepergian bersama bayi yang sesuai

Amat tidak disarankan  mengajak bayi ke rumah sakit atau mengunjungi orang sakit. Bayi juga sebaiknya tidak diajak mengunjungi tempat-tempat yang terlalu ramai dan bising, semisal mengajaknya ke mal saat weekend yang padat pengunjung. Perlu diketahui, bayi masih peka terhadap rangsangan suara dan lampu. Ini dapat membuatnya merasa tak nyaman sehingga pada akhirnya rewel. Kalau sudah begitu, bepergian menjadi tidak lagi fun bukan??

2.Perkirakan jarak dan waktu tempuh saat bepergian bersama bayi
Pilih lokasi yang tidak terlalu jauh, setidaknya dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dengan berkendara. Perjalanan yang terlalu lama tentu membuka peluang untuknya menjadi rewel.

3.Lakukan pada waktu makan saat bepergian bersama bayi
Waktu yang tepat untuk mengajak bayi keluar rumah adalah setelah makan, setelah mandi atau bayi selesai diganti popoknya. Dalam keadaan kenyang dengan tubuh bersih, bayi merasa nyaman untuk bepergian sehingga ia lebih relaks. Selain itu, perhatikan pula waktu tidur bayi. Hindari bepergian menjelang waktu tidur, karena akan membuatnya rewel. Lebih baik dilakukan setelah bayi bangun.

4.Bawa peralatan bayi


Bawalah peralatan bayi, seperti popok dan tisu basah sekali pakai. Jika Anda menggunakan botol untuk memberikan susu pada bayi, jangan lupa juga untuk membawanya. Bila perlu bawalah mainan yang dapat membuat bayi merasa nyaman.

5.Pakaikan baju yang sesuai


Saat cuaca sedang dingin, Anda dapat memakaikan bayi Anda baju yang berlapis. Anda dapat melepas satu lapis baju yang digunakan bayi, saat lokasi tujuan sedang panas. Bawa juga baju tambahan untuk berjaga-jaga. Sebaliknya, dalam cuaca terik, pilihlah busana yang dapat menyerap keringat dan gunakan topi untuk melindungi kepalanya.

6.Cek perlengkapannya.


Sebelum berpergian, periksa kondisi kelaikan berbagai perlengkapan bayi, seperti kereta dorong, car seat, gendongan bayi, dan lain-lain. Cobalah dulu beberapa saat sebelum berangkat, apakah semua fungsinya berjalan baik. Pengecekan diperlukan agar perjalanan tidak terganggu oleh hal-hal sepele yang sebetulnya bisa diantisipasi.

7.Perhatikan suhu udara di luar.
Hindari mengajak bayi keluar dalam cuaca yang ekstrem, seperti terlalu dingin atau terlalu panas. Untuk itu, sebelum berpergian, cermati suhu udara di luar. Suhu ideal mengajak bayi keluar adalah 24—25  derajat Celcius. Karena bayi rentan terhadap suhu udara.

8.Makanan bayi


Bila bayi sudah mulai makan, jangan lupa membawa stok makanan untuk bayi. Namun, bila bayi masih ASI eksklusif, jangan lupa untuk membawa nursing apron untuk menyusui. Hal ini sangat penting, terutama bila Anda akan bepergian dalam waktu yang cukup lama.

9.Perhatikan transportasi.
Saat berpergian dengan bayi, transportasi paling ideal tentu kendaraan pribadi. Menempatkan bayi pada car seat  selama perjalanan akan membuatnya lebih nyaman karena tubuhnya lebih “bebas”. Sementara di pangku dalam gendongan umumnya bisa membuat tubuh bayi pegal-pegal, apalagi jika dalam jangka waktu lama. Bila Anda hanya berpergian berdua dengan bayi, sebaiknya tidak memberikannya camilan (biskut atau finger food ), karena dikhawatirkan bayi tersedak akibat goyangan kendaraan yang bergerak.

Itulah 9 tips liburan si kecil semakin cerdas… Jika anda memiliki buah hati silahkan untuk mencobanya yaaa… semoga bermanfaat untuk si kecil ^^


arief-arsitek


Tautan media yang lain