home

Bothok Daun Sembukan


Setiap daerah memiliki makanan khasnya.Salah satunya adalah Jawa Timur. ada satu makanan yang tidak terkenal namun cukup menggoyang lidah, yaitu Bothok Sembukan. Mungkin sebagian dari Anda tidak mengenal apa itu daun sembukan, tapi di pelosok-pelosok pedesaan tanaman ini cukup terkenal, selain karena baunya yang khas daun sembukan ini sering dimanfaatkan untuk dibuat botok, makanan khas yang rasanya cukup menggoda.  

Sembukan adalah sejenis tumbuhan merambat yang banyak terdapat di ladang di Jawa. Perkembangbiakannya cukup mudah dan tak jarang malah menjadi musuh petani. sebuah tanaman yang dalam hal ini diambil daunnya. Nama lainnya adalah Daun Kentut, Kasembukan, Kahitutan, Bintaos dan Gumi Siki.

Selain bisa dibuat botok, ternyata tumbuhan ini bisa digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit. Daun ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit seperti radang usus, reumatik, bronkhitis, keseleo, tulang patah, perut mulas dan kembung, penawar racun, meningkatkan sel darah putih yang berkurang (leucopenia) akibat terapi dan juga penambah nafsu makan. kejang, disentri, sakit kuning, keracunan organik, kencing tidak lancar, luka akibat benturan, bayi yang memiliki gangguan penyerapan makanan, kandung empedu, maag, herpes, sariawan, dan lain-lain.

Botok Sembukan itu gak jauh berbeda dengan botok lainnya yang menggunakan bahan dasar parutan kelapa. Namun bedanya ini botoknya menggunakan daun Sembukan sebagai bahan utama dan kelapa parut sebagai tambahannya. Terkadang di beri campuran tahu, tempe, tempe bosok, pete cina.

Rasa botok sembukan sangat enak, agak basah teksturnya, gurih namun tidak terlalu asin. Rasa pedas yang ada di dalam botok itu akibat cabe rawitnya. 

Karna memasaknya dengan cara di kukus dengan daun pisang. Akan membuat bumbu botok meresap ke dalamnya.
Lebih enak jika makan botok sembukan dengan nasi. Jika di campur warna nasi jadi gak enak di liat, tetapi jagan salah jagan melihat dari tampilannya saja. Rasanya akan lebih semakin enak dan mantap Tekstur ‘basah’ yang ada jadi hilang dan bikin nasi ‘memiliki rasa’.


arief-arsitek


Tautan media yang lain