home

Coban Supit Urang


Tiga air terjun di tengah kokoh benteng bebatuan unik, hutan yang asri, jalan yang terjal, perkebunan apel dan sayuran yang subur, keramahan warga: pengalaman dekat dengan alam adalah beberapa hal yang bisa kalian rasakan jika mengunjungi sebuah kawasan di ujung utara Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Persil adalah sebuah dusun paling utara milik Desa Madiredo yang tepat berada di lereng Gunung Anjasmoro. Di kawasan ini terdapat sebuah lokasi wisata eksotis yang menawarkan tantangan bagi penyuka petualangan: pendakian tebing.

Kawasan Wisata Coban Supit Urang ini memang masih belum dibuka secara resmi. Dikelola oleh Komunitas Puncara yang terdiri atas warga lokal, pejabat desa, pegiat lingkungan serta pihak Tahura R.Soerjo. Menurut Ade, dari Komunitas Puncara, ada beberapa hal utama yang ditawarkan dari wisata ini: Camping Ground, Trekking, Air Terjun, dan Perkebunan. Camping ground yang ditawarkan cukup menjanjikan, selain berlokasi terpencil jauh dari perkampungan, juga berada di bawah tiga air terjun sekaligus, yakni: Supit Urang 1, Supit Urang 2 dan Watu Talang. Dari lokasi perkemahan, Coban Supit Urang 1 bisa ditempuh sekitar 10 menit berjalan kaki.
Hamparan bebatuan raksasa berbentuk unik membentengi air terjun yang tepat berada di tengahnya. Bebatuan ini-warga sekitar juga menyebutnya sebagai Watu Gedhek.



Di sisi kanan Coban terdapat sebuah tangga dari bambu setinggi kurang lebih 12 meter yang menjadi tantangan pengunjung jika ingin menuju Coban Supit Urang 2.
Tenang, jika takut ketinggian, ada petugas dari Puncara yang akan mengawasi anda. Tersedia juga tali kawat baja yang menjuntai sebagai pegangan. Tepat di atas Coban Supit Urang 1 terdapat sebuah batu berbentuk prisma yang dipagari pengelola: dilarang untuk masuk ke sini.
 
Coban Supit Urang 2 hanya berjarak 100 meter dari sini. Memiliki karakter berbeda dengan Supit Urang 1. Aliran air yang merambat, melebar di bagian ujung kolam. Jalan menuju Watu Talang ada di sisi kanannya.Jika pengunjung tidak terbiasa mendaki, disarankan untuk mengajak guide dari pengelola. Jalanan setapak berdebu hampir vertikal adalah satu-satunya akses. Di sisi sebelahnya adalah jurang loh. Tapi itulah gambaran ujian menuju sebuah 'surga'.

Dari atas Supit Urang memang terlihat kenapa disebut seperti itu: cekungan berbentuk Capit Udang.Setelah mencapai ujian, terhampar di depan sebuah batu raksasa dengan garis hitam di tengah-tengahnya yang cekung. Aliran air membelah dari ujung ke ujung Watu Talang. Dari atas Watu Talang akan terlihat bentang alam hutan Pujon dan Kota Batu di bawah pegunungan Kawi di sisi Selatan jauh. Karena licin, pengunjung harus berhati-hati. Watu Talang sebenarnya bukanlah ujung petualangan, ada lagi di atasnya Watu Ondo dan terakhir Gunung Semar di bagian puncak. Namun dua nama terakhir belum tersedia akses yang bisa dilewati.

Bima Wahyu
malangcorner


arief-arsitek


Tautan media yang lain