home

Desain Masjid Menara Kudus


Masjid Menara Kudus merupakan salah satu di Pulau Jawa yang menjadi saksi sejarah terjadinya akulturasi antara kebudayaan Jawa, Hindu, dan Islam. Lokasi Masjid Menara Kudus Kel. Kauman, Kec. Kota Kudus, Kab. Kudus. Luas bangunan: ± 100 m2, Luas keseluruhan area: 7.505 m2, Terdiri dari: Masjid, Kompleks makam, bangunan tajug, Dan untuk daya tampung jamaah ± 1.500 orang.

      Masjid yang dibangun oleh Ja’far Sodiq atau lebih dikenal sebagai Sunan Kudus pada tahun 956 H tersebut berbentuk unik. Bentuk menaranya mirip candi, Dengan ketinggian menara 19 m. Di samping menara yang menjadi pusat perhatian, masjid juga memiliki keunikan lain. Salah satunya pintu gapura yang berbentuk menyerupai gapura candi-candi di Bali atau kerap disebut kori agung. Uniknya, selain berada di depan, gapura ini juga terdapat di dalam ruang utama ibadah. Menurut sejarah gerbang tersebut merupakan sisa gerbang masa awal masjid, Gerbang ini dahulu dikenal dengan nama Lawang Kembar atau Pintu Kembar.

     Seperti masjid-masjid kuno yang ada di Jawa, Masjid Menara Kudus juga menerapkan metode soko guru dengan empat tiang utama penyangga bangunan dan soko rawa dengan empat tiang pendamping, Soko guru ini belum diganti sejak renovasi tahun 1918. Di dalam area masjid, tepatnya di bagian belakang, terdapat kompleks pemakaman Sunan Kudus dan beserta para ahli waris dan tokoh-tokoh lainnya dimakamkan. Oleh karenanya, masjid ini dikategorikan sebagai masjid ziarah. Masjid ini dibangun pada tahun 1549, dan telah beberapa kali proses renovasi hingga tampak seperti sekarang. Renovasi pertama pada tahun 1918 merupakan pembongkaran masjid, Pada tahun 1933 serambi depan diperluas, disusul hingga perbaikan atap ruang masjid pada tahun 1960. Pemugaran terakhir dilakukan oleh Sasana Budaya pada tahun 1977-1980. Menara Masjid Kudus saat ini menjelma sebagai tujuan wisata religi dan ziarah umat islam.


arief-arsitek


Tautan media yang lain