home

Fakta unik mitos orang jawa


Jawa merupakan suku dengan populasi terbesar pada pulau terpadat yang juga bernama sama di Nusantara ini dikenal dengan benyaknya mitos yang berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Sebagian orang percaya bahwa mitos ini hanyalah sesuatu yang dianggap berhubungan dengan magis dan musyrik, namun, kami tidak membahas apakah mitos Jawa ini benar atau tidak, musyrik atau tidak. Bahasan kali ini adalah sekedar informasi, bahwa ada mitos yang berkembang di kehidupan kita sehari-hari.
Tetapi kita perlu tahu, sebenarnya mitos-mitos itu bukan sekedar bualan belaka. Ternyata dibalik mitos-mitos tersebut ada nilai kearifan yang bijaksana. Mulai dari aspek sosial, kesehatan, hingga genetika!!! Diambil dari berbagai sumber, inilah beberapa mitos yang berkembang di pulau jawa.

1.Jangan keluar rumah di waktu senja, nanti dimakan kolo


Karena keasyikan bermain di sore hari kita pun pulang ke rumah menjelang gelap. Alhasil kita pun menurut dengan bayang-bayang kalau tidak akan dibawa hantu yang makan matahari.
Ternyata, yang dimaksud kolo adalah waktu (Indonesia=kala). Apa maksudnya dimakan kala? Karena waktu sholat magrib yang pendek hanya sekitar 40 menit, kalau pergi nanti keburu waktunya habis. Sampai sekarang pun jika bepergian mendekati magrib orang akan menunggu sampai setelah magrib.

2.Kalau makan harus dihabiskan, kalau tidak binatang ternak akan mati


Mitos ini biasanya diancamkan pada anak yang susah makan dan tidak menghabiskan makanannya. Karena dulu hampir setiap keluarga memelihara ternak dan biasanya merupakan hewan yang disenangi oleh si anak. Dengan  mitos hewan kesayangannya akan mati, diharapkan dia mau makan.
Ketika budaya beternak di pekarangan mulai ditinggalkan karena keterbatasan lahan, mitos itu pun bergeser menjadi ‘nanti pak tani nangis.’ 
Ternyata, ada dua nilai kearifan yang ditanamkan melalui mitos ini. Yaitu menghargai makanan sebagai rezeki karena banyak orang mati karena tidak bisa makan dan kasih sayang kepada sesama.

3.Burung gagak


Di Jawa, sebutan burung ini adalah Goak, karena bunyinya memang “goak”. Burung ini adalah burung paling misterius bagi orang-orang jawa, karena kedatangannya biasanya menandakan akan adanya kematian di daerah yang ia datangai. Dan sudah banyak yang membuktikannya bahwa burung gagak adalah burung pertanda kematian.


4.Menabrak kucing hingga mati

Masyarakat Jawa tradisional mempercayai bahwa ketika mereka menabrak kucing di jalan hingga mati, maka mereka wajib untuk menguburkannya dan mengadakan selamatan kecil. Karena mereka percaya kalau hal itu tidak dilakukan, maka dikemudian hari mereka akan mendapat kesialan. Sampai sekarang kemungkinan mitos ini masih dipercaya. Untuk sobat kalau menabrak kucing hingga mati segera dikubur yaa..!! untuk menghindari kesialan pada diri kita.

5.Jangan bersiul di sore atau malam hari


Pernah dengar larangan nenek saat Anda sering bersiul di waktu anak-anak dulu? Konon, apabila sering bersiul saat sore atau malam hari, maka tandanya mengundang makhluk halus. Nah, apabila sudah datang, maka ia akan membalas siulan Anda.

6.Jangan duduk di atas bantal

Orang jawa identik dengan lesehan. Dari kebiasaan lesehan ini anak-anak biasanya menggunakan bantal tidur sebagai alas duduk. Biasanya “jangan duduk diatas bantal, nanti pantatnya bisulan!!!” Mitos ini mengajarkan bahwa tidak etis benda untuk kepala digunakan untuk alas pantat.

7.Perempuan yang menyapu tidak bersih akan dapat suami brewokan


Entah darimana hubungan ini berasal. Yang jelas, setiap anak gadis masyarakat jawa, akan diberitahu kalau menyapu tidak bersih akan mendapat suami brewokan. Karena pria brewokan dinilai tidak bersih. Mungkin itulah hubungannya antara menyapu tidak bersih dan pria tidak bersih.

Itulah 7 mitos yang ada di Jawa, kemungkinan tidak hanya 7 mitos di Jawa masih banyak lagi… Percaya atau tidak, semua mitos tersebut kembali lagi pada anda yang pernah mendengar dan menjalaninya.


arief-arsitek


Tautan media yang lain