home

Karya Monumental Mushaf Raksasa Pusaka Agung Kota Malang


Kota Malang semakin mendunia setelah berbagai prestasi yang ditorehkan akan bertambah lagi dengan adanya sebuah mushaf raksasa Kitab Suci Agama Islam yaitu Al Qur'an yang menjadi salah satu Al Qur'an terbesar di dunia. Kitab suci umat Islam Al Qur'an ini diberi nama Karya Monumental Mushaf Raksasa Pusaka Agung Kota Malang. Al Qur'an ini memiliki dimensi ukuran sangat lebar dengan dimensi per lembar kertas lebar 152 cm dan panjang 242 cm sehingga jika dibuka maka akan memiliki lebar 484 cm. Ditulis secara manual di kertas khusus tebal 300 gram yang diimpor dari Perancis. Penulisan menggunakan manual dengan cat yang membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk menyelesaikannya. Mushaf Al Qur'an ini nantinya akan dipajang dan dipamerkan di dalam Islamic Center Kota Malang yang akan dibangun.

Adalah Ustad Misbahul Munir inisiator sekaligus penulis dari Mushaf Al Qur'an ini, Ustad Munir biasa dipanggil demikian aktifitas sehari hari selain menjadi salah satu Imam di Masjid Agung Kota Malang, juga berprofesi sebagai praktisi pekerja seni di bidang Kaligrafi Islam sekaligus mengajarkan keilmuannya baik ilmu agama maupun ilmu kaligrafi serta mengisi di beberapa majelis taklim. Dalam keilmuan seni kaligrafi Islam ustad Munir sering memenangkan berbagai lomba lomba kaligrafi baik tingkat nasional maupun internasional.

Antara lain yaitu juara 1 lomba kaligrafi tingkat nasional tahuin 1988 di Bandar Lampung. Ustad Munir yang merupakan alumni dari pondok pesantren di At Thoriyah Gresik dan PIQ di singosari Kabupaten Malang yang juga sering mengikuti pameran dan pembinaan kaligrafi Islam baik tingkat regional, nasional maupun internasional menjelaskan beberapa keunikan Al Qur'an ini antara lain mushaf memiliki orientasi landscape tidak seperti pada umumnya Al Qur'an yang berbentuk orientasi portrait, dengan mengambil pola tulisan jenis Rosem Utsmani seperti yang digunakan pada Al Qur'an terbitan Madinah. Pola penulisan mushaf ini terinspirasi dari gaya penulisan Usman Thoha, seniman syiria.

Menurut pakar Arsitektur Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ir. Arief Rakhman Setiono, MT, IPM, mushaf Al Qur'an ini memiliki keunikan dan kekhasan Islam di Nusantara. Mushaf Al Qur'an ini sebagai salah satu sejarah yang ditorehkan dalam peradaban Islam di Kota Malang. Seni Kaligrafi yang secara Bahasa berarti adalah seni menulis dengan indah dengan pena sebagai hiasan telah berkembang baik di media penulisan, alat penulisan, metode penulisan maupun kaidah dasarnya yang menyesuaikan dengan budaya yang berkembang. Di Indonesia telah lahir Mushaf Al Qur'an yang ditulis di berbagai media antara lain dengan menggunakan media kayu sedangkan untuk Mushaf Al Qur'an ini media yang digunakan adalah kertas, dipilih kertas dengan kualitas yang baik agar mushaf ini mampu berusia lama dan dilakukan coating untuk melindunginya. Proses penulisan kaligrafi yang manual menjadi salah satu keilmuan yang dikembangkan guna mendukung syiar dan pengembangan budaya Islami di Nusantara. Untuk mendukung hal tersebut nantinya penulisan mushaf akan dilakukan di dalam Islamic Center Kota Malang jika sudah selesai tahap pembangunannya sekaligus sebagai upaya memperkenalkan seni kaligrafi Islam pada masyarakat.

Berbagai keunikan mushaf ini antara lain motif yang diambil berasal dari ragam budaya Nusantara. Setiap bagian Juz memiliki disain yang berbeda yang masing2 mempunyai karakter berdasarkan juz, kandungan isi surat maupun mengangkat seni budaya lokal nusantara sebagai kearifan lokal. Salah satu contoh adalah adanya motif apel warna hijau sebagai hiasan di salah satu juz. Motif ini dikembangkan dari Kota Malang yang identik dengan kota apel. Beberapa motif lain antara lain semisal motif yang diambil dari motif Dayak Kalimantan, motif berbagai daerah di Jawa Timur dan Madura, motif Mega Mendung dari Cirebon, motif Bali, motif Papua, motif dari Batak, motif batik Solo dan Pekalongan yang mana motif motif tersebut akan dipadu padankan dengan motif dari Timur tengah seperti motif dari Arab Saudi, Irak, Syiria maupun Mesir. Untuk melengkapi keanekaragaman seni akan juga dipadu padankan juga dengan motif di sekitar Asia yaitu dari China, India dan Pakistan serta dari Turki.

Keaneka ragaman motif ini menjadikan keunikan tersendiri bagi mushaf raksasa ini. Kekayaan ragam hayati, motif, disain, dan budaya nusantara diadopsi yang menjadikan Mushaf raksasa Al Qur'an ini sebagai kekhasaan Islam di nusantara yang mendunia. Setiap Juz akan mempunyai motif yang berbeda, sehingga mushaf Al Qur'an ini akan memiliki 30 jenis motif yang terdapat didalamnya. Penulisan mushaf ini dimulai pada 12 Rabiul awal 1437 H atau 24 desember 2015 saat Maulid Nabi Muhammad SAW.


arief-arsitek


Tautan media yang lain