home

Keterkaitan Arsitektur Candi dengan Tata Ruang Kota Malang


Mendengar kata candi sudah tentu terbayang di pikiran kita, bermaterialkan dari batu, peninggalan dari masa lampau, banyak unsur sejarah, mitos dan lain sebagainya. Akan tetapi disisi lain pada tatanan candi sendiri memiliki pola menarik yang mungkin tanpa kita sadari sampai sekarang mempunyai kemiripan dengan tatanan tata ruang sebuah kota dimana candi tersebut berada.

Pada kesempatan kali ini kita mencoba melihat pada tatanan ruang salah satu Kota di Jawa Timur, yaitu Kota Malang. Mengapa memilih Kota Malang, karena merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur, yang memiliki budaya yang tersohor sejak dulu kala. Kota Malang sendiri dulunya merupakan salah satu bekas peninggalan kerajaan Kanjuruhan yang diperintah oleh raja bernama Gajayana. Asal usul nama malang sebetulnya mengalami banyak perdebatan dikalangan para sejarawan sampai saat ini. Tapi lepas dari itu semua dalam hal ini kita akan membahas mengenai tatanan pola candi yang ada di kota malang dengan tatanan ruang Kota Malang (dalam hal ini alun-alun kota).

Candi di Pulau Jawa memiliki 2 ciri dan bentuk berbeda, pertama candi Budha dan yang kedua candi Hindu. Di antara kedua candi tersebut tetap memiliki kemiripan yaitu pola tatanan masa yang mewujudkan kosmologi candi terhadap lingkungannya. Berbicara mengenai kosmologi, tentunya ada kebudayaan yang turun-temurun tetap dipegang oleh masyarakat pada jaman dahulu hingga sekarang. Masyarakat yang masih mempertahakan budaya dari jaman dahulu sampai sekarang, pada waktu saat ini hal yang dapat dilihat akan kental dan masih memegang adat budaya dari masa lampau tersebut paling mencolok yaitu kekeratonan Jogyakarta maupun kekeratonan Surakata. 

Pada susunan tata kota yang ada pada kekeratonan tersebut, keduanya memiliki tatanan yaitu antara Keraton, Alun-alun dan candi, berbanding lurus atau searah lurus mengarah pada pusat kosmologinya yaitu candi pada waktu itu. Begitu pula susunan candi baik Budha maupun Hindu memiliki tatanan terpusat, yaitu candi paling besar berada di paling tengah, sedangkan candi-candi kecil berada mengililinginya.

Penerapan pola tersebut seperti halnya kota Malang, ada 2 kawasan yang menarik untuk diamati yang pertama yaitu alun-alun kota yang kedua yaitu balaikota. Keduanya secara sekilas nampak tidak ada hubungannya dengan tata ruang candi, akan tetapi kalau di amati secara terperinci, keduanya memiliki kesamaan pola dengan candi.

Candi Singosari
Merupakan candi Hindu, memiliki bentuk persegi yang berada pada candi Singosari dengan 4 pilar dibagian dasar candi mengelilingi pusat candi yang lebih besar. Pada gambar A yaitu menunjukan pola saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk seperti pola rantai anatara candi-candi kecil yang saling berkaitan dan tidak terputus. Pada gambar B dan C yaitu pusat dari candi berada pada paling tengah. Dengan di kelilingi candi-candi kecil.

Candi Prambanan
Candi Prambanan merupakan jenis candi Budha, memiliki karakteristik terpusat dengan candi besar berada di tengah-teangah candi candi kecil lainnya. Pola yang sama juga terlihat, arah orientasi dari candi-candi kecil yang mengelilinginya berpusat di tengah.

Pada masa sekarang pola tatanan seperti diatas mirip dengan tatanan yang ada pada alun-alun kota Malang. Dan bahkan hampir sama tatananya pada setiap alun-alun kota yang berada di Pulau Jawa. Yang memiliki tatanan terpusat, serta dikelilingi oleh bangunan-bangunan baik pemerintahan maupun kawasan perdagangan dan peribadatan.

Pada garis kuning pusat dari alun-alun. Sedangkan garis hijau yaitu perumpamaan candi-candi kecil yang mengelilingi pusat candi. Perumpamaan tersebut seperti halnya pusat suatu kerajaan berada di pusatnya dan berbagai macam kultur budaya berbagai jenis kalangan masyarakat yang mengitarinya, perumapamaan itu seperti halnya berbagai macam jenis baik pemerintahan, pusat perbadatan, pusat perbelanjaan dan lain-lainnya yang mengitari alun-alun tersebut.


Mokh. Makhrus / Ir. Arief Rakhman Setiono, MT.


arief-arsitek


Tautan media yang lain