home

Konsep Rumah Minimalis 6x12 m2


Merencanakan rumah dengan lebar 6 meter selalu merupakan hal menarik bagi saya secara pribadi.Rumah adalah Sebuah rumah idaman bagi keluarga. Rasanya puas jika mendesain rumah lebar 6 meter namun berkesan rumah bagus atau cantik… namun ini relatif. Menurut saya bagus belum tentu menurut kalian semua. Namun yang terpenting bagaimana kita sebagai perencana rumah bisa memenuhi kebutuhan yang diinginkan pemilik rumah. Dalam posting kali ini saya ingin membahas konsep rumah yg berbasis rumah minimalis. Desain rumah yang dibangun di atas lahan berukuran 6×12m2 
Lalu bagaimana tahapan berpikir konsep desainnya?.. 

pemicunya tentu adalah kebutuhan dari pemilik rumah itu sendiri. Secara prinsip pemilik rumah hanya mengharapkan adanya tambahan dua kamar di lantai dan satu kamar mandi, sehingga kita hanya perlu meletakan yang pas letak ruang ruang  ini. Secara estetika, setidaknya ada tiga pertimbangan yang saya gunakan untuk menganalisa pengembangan denah semacam ini. Pertimbangan pertama tentunya adalah pola sirkulasi udara dan cahaya lantai 01 yang akan terjadi. Ini konsep minimalis dengan membangun tentu permasalahan yg timbul di  lantai 01 adalah limpahan cahaya yang semakin berkurang dan aliran udara semakin tak leluasa. Maka yang kita perlukan adalah membuat bukaan sebanyak mungkin di pelat lantainya. Areal yg saya pilih adalah pantry belakang untuk memberi sirkulasi udara kamar tidur lantai 01 lalu di antara pantry dan bukaan jendela kamar tidur utama saya beri estetika partisi dinding, bisa dari bata roster atau glassblock setinggi jendela kamar.

Pertimbangan ke dua, yaitu pola akses, ruang gerak serta batasan area pemilik rumah itu sendiri. Saya membaginya dalam areal kiri sebagai areal pribadi dan kanan sebagai  areal publik dan service. Sehingga kamar-kamar saya letakan di sisi kiri bangunan (kalau dilihat dari depan), dan akses menuju areal service saya letakan segaris . Namun demikian seperti biasanya ciri khas rumah kecil, batasan ini masih tak nyata karena yang dimaksud terbentuk dari pola gerak pemilik rumah itu sendiri . Setidaknya pola ini juga membantu menguatkan sirkulasi udara dan cahaya di kedua lantai.

Pertimbangan ketiga adalah grid struktur dan konstruksi yang sudah ada atau denah eksisting. Pertimbangan struktur sebaiknya memang dipertimbangkan agar pembangunan berjalan lebih efisien. Misalnya posisi kamar pun saya buat bertumpuk untuk meringankan beban struktur bangunan dan menyederhanakan pembalokan pelat lantai. Namun sesungguhnya ketiga pertimbangan ini adalah satu kesatuan agar menghasilkan estetika konsep desain paling menguntungkan serta seusai dengan kebutuhan pemilik rumah . 
Kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebera-besarnya. Karena ini didasarkan pemahaman konsep yang saya miliki saja.

Semoga pemikiran saya dalam posting ini bisa jadi inspirasi dan membawa manfaat buat pembaca setia Malangcorner.com. Salam Satu Jiwa  ^_^

Verry Anggara
malangcorner


arief-arsitek


Tautan media yang lain