home

Mengenal Bagaimana keberadaan Arsitektur Nusantara di Era Modern ini?


Arsitektur Nusantara sebagai Preseden

Di Era yang sudah Global atau biasa dikenal dengan Modern, banyak orang berlomba lomba untuk berinovasi, 
seperti halnya dalam ruang lingkup Arsitektur. Semakin berjalannya waktu, para pelaku Arsitektur atau yang biasa
dikenal dengan nama profesi Arsitek, sudah banyak yang membuat karya Arsitektur dengan Gaya Modern, akan tetapi 
ada sebagian Arsitek yang juga mempertahankan dan juga Melestarikan Arsitektur  yang terdahulu. 
Bisa juga disebut Arsitektur Nusantara, Para pelaku tersebut seperti Guru Besar Arsitektur ITS, 
Prof. Josef Prijotomo, Yori Antar, dan lain lain. 

Prof. Josef Prijotomo Mengemukakan “Arsitektur Nusantara memang bukan  arsitektur tradisional, walaupun 
keduanya menunjuk pada sosok arsitektur yang sama yaitu arsitektur yang ditumbuh kembangkan oleh demikian banyak 
anak-bangsa atau suku-bangsa di Indonesia ini….. Arsitektur Nusantara dibangun sebagai sebuah pengetahuan yang 
dilandaskan dan dipangkalkan dari filsafat, ilmu dan pengetahuan arsitektur”. Dari situ dapat diambil hikmah 
jika Arsitektur Nusantara juga berhak eksis atau hidup di Era yang Globalisasi ini. Sudah selayaknya para Arsitek
membuat karya dengan perpaduan antara Arsitektur Modern dengan Arsitektur Nusantara.

Arsitek di Era Modern ini memang banyak berlomba-lomba  untuk menciptakan desain yang sangat Elegan akan 
Erosentris atau Barat. Hal tersebut dikarenakan Gaya Modern banyak diminati banyak orang yang awam akan Arsitektur 
sebenarnya, melalui fasad yang dihasilkan Arsitektur Modern sendiri. Padahal Arsitektur mempunyai banyak makna 
seperti Nilai nilai kehidupan dan lainnya. Oleh karena itu, Prof. Josef Prijotomo menanggapi hal tersebut jika 
Arsitektur Nusantara perlu sentuhan kekinian, maksudnya Arsitektur Nusantara bisa bangkit kembali dengan 
mengkombinasikan dengan Arsitektur yang ada di Era sekarang, seperti contohnya Arsitektur Nusantara dapat hidup 
dengan memadukan dengan Arsitektur Modern.  

Dalam Mendesain Arsitektur Nusantara, dapat dicapai dengan masukan masukan masyarakat sekitar, seperti 
yang dilakukan oleh Arsitek Yori Antar dengan karya Wae Rebo yang berada di Flores. Yori Antar juga mengungkapkan, 
jika dalam ber-Arsitektur Nusantara dia merasakan sebuah perlawanan. Hal itu dikarenakan pada saat ilmu Arsitektur 
dibangku perkuliahan, dia hanya mengedepankan Arsitektur Modern,  dan juga mengerti akan kekayaan yang ada dalam 
Arsitektur Nusantara. Arsitek yang mempertahankan dan mengkinikan Nusantara ini juga memaparkan, “Banyak orang masih 
beranggapan, kekayaan arsitektur Nusantara itu berasal dari zaman lampau, arsitektur zaman kegelapan”, hal itu membuat 
banyak orang yang kurang tertariknya pada Arsitektur Nusantara. 

Banyak contoh untuk mempertahankan dan melestarikan bahkan mengkinikan Arsitektur Nusantara, seperti yang 
dilakukan oleh Arsitek Yu Sing dalam karyanya Reinterpretasi Rumah Betang di Pontianak, dalam karya tersebut Yu Sing 
masih memikirkan Kearifan Lokal yang ada, yakni masih melibatkan Ornamen ornamen Suku Dayak di Fasad Bangunan, oleh 
karena itu Yu Sing dikenal dengan Arsitek yang bisa menempatkan Arsitektur sesuai dengan Kearifan Lokal, bahkan Yu Sing 
mengusahakan Arsitektur dapat dirasakan untuk semua orang, tidak hanya untuk kalangan atas.

Oleh karena itu, sudah selayaknya Arsitektur Nusantara pantas untuk hidup kembali dengan mengambil kekayaan 
Nusantara yang ada. Dengan munculnya Arsitektur Nusantara, tidak akan membuat desain karya yang dihasilkan semakin 
dalam kekurangan. Akan tetapi membuat karya tersebut menjadi  lebih dihormati, dikarenakan masih memikirkan kearifan 
lokal, dan juga menghormati budaya budaya yang keberadaanya semakin kurang diminati oleh orang orang di Era sekarang. 

Muhammad Zahrul Muttaqin
PT. Arief Arsitek
redaksi@malangcorner.com


arief-arsitek


Tautan media yang lain