home

Mengenal Lebih Dekat Arsitektur Gaya Eropa


Dengan kita mengenal gaya Arsitektur berarti kita berusaha untuk mengenal juga seni dan ilmu dalam perancangan bangunan. Arsitektur dalam artian yang luas mencakup perancangan dan pembangunan keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari yang berlevel makro yaitu perancangan perkotaan, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk.

Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dll) dan cara (bahan/material bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Kemudia dengan seiring perkembangan zaman, arsitektur mengalami perkembangan menjadi ketrampilan, yang pada akhirnya dalam tahap inilah terdapat proses penguji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses dan menciptakan berbagai gaya seiring dengan perkembangan zaman. Sebagai contoh kita akan membahas tentang Gaya Arsitektur Eropa.

Arsitektur Eropa menjadi salah satu gaya bangunan yang memiliki nilai dan seni yang luar biasa. Karena gaya bangunan Eropa identic dengan kesan yang megah, klasik, gothic, dan warna yang lembut dan hangat. Arsitektur Eropa tak pernah lekang meskipun zaman telah berubah. Arsitektur Eropa tetap berdiri dan bahkan semakin bagus serta menjadikan sebuah inspirasi bagi para arsitek modern dalam membuat suatu bangunan. Dengan ciri khas gayanya yang rumit, namun menyimpan sesuatu nilai dan makna yang tinggi setiap yang melihatnya.

Gaya Arsitektur Eropa jika dilihat secara keseluruhan sangat jauh dengan kata simple. Karena semuanya serba rumit, detail, serba besar dan mahal. Tapi kenyataan yang ada itu semua tidak  berpengaruh, buktinya hingga kini gaya arsitektur Eropa tetap menjadi sebuah pilihan, karena gayanya yang klasik dan menarik selain itu juga memiliki nilai yang lebih di masyarakat dunia.

Apalagi bagi Indonesia, bangunan gaya Eropa sangat berkesan karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Baik rumah bergaya Eropa kuno maupun rumah gaya Eropa modern dengan desainnya yang lebih fresh. 

Sebenarnya, terdapat berbagai jenis Rumah dengan gaya Eropa. Salah satu diantaranya adalah gaya klasik. Gaya klasik hingga saat ini tetap menjadi pilihan seiring dengan perkembangan desain rumah modern. Gaya ini mempunyai cirinya yang khas pada bangunannya yang dilengkapi dengan ornament klasik. Selain itu, terdapat gaya Victorian yang memiliki warna lembut dan hangat.
 
Selain itu ada gaya Arsitektur Eropa ( Gaya Gothic )


Gaya Arsitektur ini sering juga disebut dengan era Romanika. Negara-negara Eropa yang mengembangkan gaya ini diantaranya adalah Inggris, Perancis, Jerman, Itali, Spanyol, Belgia, dan Belanda. Istilah ghotic  sendiri sebenarnya memiliki arti yang tidak begitu baik. Pada 1530-an, Giorgio Vasari mengemukakan istilah ini pada khalayak umum. Bahwa sebutan ini pas untuk mereka yang berbudaya barbar dan kasar. Dalam bahasa Inggris sendiri artinya adalah sejajar dengan perusak. Gothic pun pada akhirnya dipilih sebagai salah satu nama gaya arsitektur Eropa yang menyimpang dari gaya Renaissance.

Gaya Arsitektur Eropa yang lain adalah ( Gaya Renaissance )


Gaya Arsitektur Eropa ini muncul karena akibat kebangkitan dan rindunya bangsa Eropa sendiri akan kebangkitan Yunani dan Romawi kuno yang pada saat itu sedang terpuruk. Ciri khas dari bangunan bergaya arsitektur Renaissance adalah adanya tiang-tiang bergaya klasik yang dipengaruhi oleh bangunan Yunani dan Romawi. Hal yang paling menonjol dan dominan adalah mengahadirkan nilai yang detil pada tiang – tiangnya yang ornamental dan dekoratif.

Tiang – tiang yang kokoh dan tinggi adalah ciri khas yang mudah dikenali dari gaya Arsitektur ini. Gaya seperti ini mudah dilihat pada gedung – gedung pemerintahan yang ada di Negara – Negara Eropa. 


arief-arsitek


Tautan media yang lain