home

Menguak Sisi Sains di Balik Keindahan Masjid Al Irsyad Bandung


Sains dikenal sebagai cara untuk mempelajari sesuatu yang bersumber dari alam. Pengertian sains dapat dikaitkan dengan pengaplikasiannya pada teknologi bangunan contohnya Masjid Al Irsyad rancangan arsitek Ridwan Kamil yang berada di Padalarang, Bandung, Jawa Barat. Masjid tersebut memiliki keunikan tertentu yang mengabungkan kesan spiritual yang timbul dari suatu dialektika alam dengan sistem teknologi bangunan untuk memaksimalkan penghawaan dan pencahayaan pasif (alami tanpa bantuan peralatan mekanik).

Pada bagian eksterior, bangunan memainkan desain pada seluruh dinding fasad dengan susunan bata berlubang yang membentuk kaligrafi raksasa berbentuk tiga dimensi bertuliskan dua kalimat syahadat sehingga pada malam hari, cahaya yang terang dari dalam masjid akan memancar keluar seolah sebagai ajakan memanggil umat untuk beribadah. Bila ditinjau dari sisi sains, lubang-lubang pada dinding ini sekaligus berfungsi sebagai ventilasi udara dan pencahayaan alami. Bentuk kotak pada Masjid Al Irsyad ini terinspirasi dari bentuk Ka’bah dan lansekapnya yang melingkar-lingkar mengelilingi masjid terinspirasi dari konsep towaf. 

Pada bagian interior, khususnya bagian plafon terdapat 99 kotak persegi yang merupakan lampu penerang. Tepat di ujung setiap kotak terdapat guratan yang membentuk satu asma Allah. 99 kotak persegi tersebut merupakan simbol dari 99 Asma’ul Husna. Tinggi lantai ke plafon yang cukup besar juga memiliki fungsi untuk mengoptimalkan penghawaan dalam bangunan agar ruangan tidak terlalu pengap.Konsep yang  dipadukan dengan balutan alam memberikan suatu makna agar pengguna dapat menemukan ketenangan dan kenyamanan dalam bangunan yang berfungsi sebagai tempat ibadah seperti yang ditunjukan dengan arah kiblat yang dibuat terbuka pada alam serta batu-batu alam di pinggir ruang dalam masjid. Mihrab berbentuk lorong persegi itu terbuka di bagian depan dan langsung menghadap pegunungan yang sangat indah. Panorama pegunungan tersebut memperlihatkan superioritas kebesaran alam sehingga siapa pun yang tengah bermunajat ke hadapan-Nya dan melihat pemandangan tersebut akan merasa sangat kecil sehingga diharapkan manusia agar selalu rendah hati. Bentuk mihrab seperti itu dapat memaksimalkan sistem pencahayaan dan penghawaan alami serta letak kolam di depan sebagai perwujudan dari sistem pendinginan pasif pada seluruh bangunan.

Nurul Amalia, ST.
PT. Arief Arsitek
Greenwood Golf III / 40 Malang 
www.arief-arsitek.com
0341-6102999 / 9795999
malang.corner@outlook.com
nurulamalia006@gmail.com 


arief-arsitek


Tautan media yang lain