home

Penerapan Arsitektur Islam Pada Masjid Agung Jami Kota Malang


Arsitektur Islam adalah itu adalah arsitektur yang di dalamnya nilai Islam diterapkan, seperti nilai  penghambaan  terhadap  Allah  melalui  desain  bangunan,  nilai  kesederhanaan,  nilai keadilan, nilai pengakuan terhadap hak orang lain, dan nilai -nilai Islam yang ada. 

Konsep Islam pada bangunan masjid:
a.  Ijtihad : artinya  usaha  sungguh-sungguh  yang  dilakukan  seorang  mujtahid  (orang  yang 
melakukan  ijtihad)  untuk  mencapai  suatu  keputusan  tentang  kasus  yang  penyelesaian 
belum tertera dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW sepanjang tidak bertentangan 
dengan Al-Quran dan Hadist.

b.  Taqlid :  artinya menerima sesuatu secara dogmatis, apa adanya, tanpa dimengerti terlebih 
dahulu,  misalnya  karena  sudah  menjadi  kebiasaan  atau  memang  sudah  menjadi  tradisi 
secara turun temurun.

c.  Anti  Mubazir : artinya  tidak  berlebih-lebihan.  Dengan  demikian,  keindahan  (elemen 
estetika) tidak perlu harus mahal atau memakai ornamen berlebihan yang hanya bersifat 
tempelan  saja,  dan  tidak  fungsional.  Pandangan  anti  kemubaziran,  pada  intinya  adalah 
efisiensi untuk mendapatkan hasil yang optimal.

d.  Rasional : artinya tidak mengada-ngada. Pandangan Islam mengenai sesuatu penggunaan 
suatu  hal  tidak  mengada-ada  misalnya  melalui  penggunaan  simbolisasi  yang  menjurus 
kepada sesuatu yang tidak rasional dan menjurus kepada pembodohan berpikir, terlebih lebih pertanggung jawaban kepada masyarakat, dan tidak boleh mubazir.

Saiful Islam
malangcorner.com


arief-arsitek


Tautan media yang lain