home

Pengertian Nasionalisme dan Bentuk Dari Nasionalisme


Nasionalisme adalah suatu paham (ajaran) paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan suatu negara yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, dan juga rasa ingin mempertahankan negaranya, baik dari internal maupun eksternal. Adapun beberapa bentuk nasionalsime sebagai berikut :
1.Nasionalisme Sipil ( Nasionalisme Kewarganegaraan ) adalah nasionalisme yang terjadi dimana suatu negara memperoleh kebenaran politik dari partisipasi aktif rakyatnya. Keanggotaan suatu bangsa bersifat sukarela. Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-jacques rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudul Du Contact Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia “mengenai kontrak sosial”).

2.Nasional Etnis adalah nasionalisme yang terjadi dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Keanggotan suatu bangsa bersifat secara turun temurun. 

3.Nasionalisme Budaya adalah suatu nasionalisme dimana negera memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan tidak bersifat turun temurun misalnya warna kulit atau ras atau bahasa. 
    
4.Nasionalisme Romantik adalah salah satu bentuk dari nasionalisme etnis di mana negara memperoleh kebenaran politik sebagai suatu yang alamiah (organik) hasil dari bangsa atau ras. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik.

5.Nasionalisme Agama adalah suatu nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. 

6.Nasionalisme Kenegaraan adalah merupakan variasi nasionalisme kewarganegaraan, yang sering dikombinasikan dengan nasionalisme etnis. Dalam nasionalisme kenegaraan, bangsa adalah suatu komunitas yang memberikan kontribus terhadap pemeliharaan dan kekuatan negara. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung,

Dari pengertian dan bentuk nasionalisme di atas kita bisa memetik kesimpulan betapa pentingnya nasionalisme bagi bangsa dan Negara sendiri. Bagi kaum remaja atau generasi muda seharusnya bisa menanamkan jiwa nasionalisme untuk kelangsungan sebuah Negara, karena generasi muda adalah generasi penerus.


arief-arsitek


Tautan media yang lain