home

Resiko penggunaan Lensa Kontak


Anda ingin penglihatan jernih sekaligus memamerkan mata indah anda? Lensa kontak adalah jawabannya. Tapi hati-hati, jika tidak dirawat dengan benar, justru bisaberdampak buruk pada mata anda.


Lensa kontak memang salah satu penemuan paling berguna di dunia. Berfungsi sebagai pengganti kacamata, lensa kontak memudahkan kita dalam melakukan berbagai aktivitas tanpa perlu mengkhawatirkan kacamata yang mungkin berisiko baret, pecah, patah, atau hilang. Selain membantu kita melihat lebih jelas, lensa kontak juga tidak mengganggu penampilan.
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter mata terlebih dahulu. Pilihlah jenis lensa kontak yang paling sesuai dengan kebutuhan, kenyamanan Anda dan arahan dari dokter. Secara umum, ada dua jenis lensa kontak, antara lain:

•Soft Contact Lenses
Seperti namanya, lensa jenis ini lembut dan lentur sehingga nyaman digunakan. Namun, soft lens  lebih rapuh dan perlu dibersihkan lebih sering daripada hard lenses karena terbuat dari bahan silicone hydrogel, yaitu jenis plastik lembut yang mampu menyerap banyak air.

•Hard Contact Lenses
Berkebalikan dari soft lens, hard lens memiliki bentuk yang lebih kaku dan keras, tetapi memberikan penglihatan yang lebih tajam. Selain itu, lensa ini memiliki pori-pori yang memungkinkan oksigen mencapai kornea. Hal ini dapat mengurangi masalah yang disebabkan ketika kornea tidak mendapat cukup oksigen. Lensa kontak ini biasanya tidak dijual bebas di pasaran, melainkan di dokter mata atau klinik khusus mata. Harganya pun relatif lebih mahal.

Langkah Merawat Lensa Kontak :
Sebenarnya mengenakan lensa kontak dapat meningkatkan risiko infeksi kornea. Hal ini terjadi karena lensa kontak mengurangi jumlah oksigen untuk kornea. Meski tidak dapat sepenuhnya dihindari. Anda bisa mencegah terjadinya infeksi mata dengan cara-cara berikut :

1.Rawatlah lensa kontak Anda dengan menjaga kebersihannya, baik saat menggunakan maupun menyimpan. Perhatikan petunjuk penggunaan lensa. Selain itu, jagalah kebersihan tangan Anda dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah memasang lensa kontak.
2.Jangan berbagi lensa kontak dengan orang lain
3.Bila anda ingin berdandan, sebaiknya kenakan lensa kontak terlebih dahulu 
4.Lepaskan lensa kontak sebelum tidur dan sebelum berenang untuk mengurangi risiko iritasi dan infeksi.
5.Jangan membersihkan lensa kontak dengan air liur atau air keran.
6.Jangan menggunakan ulang cairan pembersih yang telah digunakan sebelumnya atau terkontaminasi.
7.Cuci dan bersihkan lensa kontak Anda secara teratur dengan cairan pembersih yang tepat.
8.Ganti lensa kontak Anda secara teratur sesuai anjuran dokter atau aturan pemakaian merek lensa kontak Anda.
9.Hindari kebiasaan merokok karena para perokok lebih berisiko mengalami infeksi mata ketika menggunakan lensa kontak.
10.Bersihkan tempat penyimpan lensa kontak secara teratur dengan sikat dan cairan lensa kontak.

Inilah Resiko dari Penggunaan Lensa Kontak :
Jika anda tidak merawat kebersihan Lensa Kontak dengan baik, maka pemakaianya akan lebih beresiko mengalami infeksi dan gangguan pada mata. Berikut ini beberapa kondisi dan hal-hal merawat kebersihan Lensa Kontak dengan tidak baik :

1.Keratitis
Keratitis merupakan peradangan pada kornea mata. Penyebabnya antara lain cedera ringan akibat penggunaan lensa kontak terlalu lama, infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit akibat proses pembersihan lensa kontak yang tidak benar. Menggunakan lensa kontak terus-menerus, saat berenang atau menggunakan air untuk membersihkan lensa kontak dapat meningkatkan risiko terkena keratitis.

Gejala keratitis berupa mata merah, terasa perih, sulit membuka kelopak mata, penglihatan buram, sensitif terhadap cahaya, dan terasa seperti ada sesuatu di dalam mata. Jika tidak segera diobati dapat berujung kebutaan.

2.Abrasi Kornea
Lensa kontak yang kotor dapat menyebabkan kornea mata tergores atau abrasi. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang parah dan tidak nyaman. Jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan penglihatan menetap.

3.Konjungtivitis
Kondisi ini ditandai dengan lapisan paling luar mata yang menjadi merah. Konjungitivitis atau ‘mata merah’ bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau iritasi dari lensa kontak. Selain merah, mata juga menjadi berair.

4.Sindrom Mata Kering
Menggunakan lensa kontak terlalu lama, atau berada di ruangan dengan pendingin, dan mengabaikan petunjuk penggunaan lensa kontak dapat memicu sindrom mata kering.
Sindrom mata kering merupakan kondisi umum ketika mata tidak memproduksi cukup air mata, atau air mata menjadi terlalu cepat kering. Hal ini memicu peradangan dan iritasi pada mata.

Sindrom ini bisa menjangkiti kedua mata dan memiliki gejala berikut:
•Mata merah.
•Mata terasa kering, berpasir, atau rasa sakit yang memburuk sepanjang hari.
•Penglihatan buram yang umumnya bersifat
•Sulit membuka mata ketika bangun tidur.

Jika anda tidak cocok untuk menggunakan lensa kontak, sebaiknya jangan memaksakan diri. Pakailah kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mata anda, dan kenyamanan anda. Jagalah kesehatan mata anda dengan mengonsumsi makanan sehat seperti wortel, madu, dan istirahatlah yang cukup. 


arief-arsitek


Tautan media yang lain