home

Restoran Terunik Di Dunia


Restoran, kafe, atau tempat makan sejenis ini menyuguhkan kesan unik dan menarik, terlihat dari tema dan dekorasi yang ditata apik membuat anda tak sabar ingin mengunjunginya terlebih saat anda sedang berlibur di beberapa kota besar di Indonesia berikut ini.

1. Garage at Man Shed

Resto unik ini menyuguhkan tema bengkel sebagai tempat menikmati makanan dengan dekorasi yang memodifikasi Vespa tua sebagai meja, jadi anda seolah-olah sedang duduk mengendarai scooter. Ada pula plat lisensi tua, lampu darurat, tong-tong sebagai kursi, manekin di beberapa sudut ruangan bahkan lampu-lampu dari hasil daur ulang helm bekas yang terdapat di bagian bar. Anda pun bisa melihat banyak motor-motor antik, sepeda yang tergantung di plafon, bajaj, dan sepeda motor militer keluaran tahun1945.

Menu makanan yang disajikan di resto ini berasal dari dalam dan luar negeri seperti menu mini pizza, hamburger, fish & chip, frenchfries, nasi goreng, lalapan, mie, sate ayam dan lain-lain.

2. Kedai Rumah Pohon

Jika anda menyukai suasana asri dan ketinggian, Kedai Rumah Pohon bisa menjadi salah satu destinasi anda untuk merasakan nikmatnya menyantap makanan di atas rumah pohon. Bangunan Kedai Rumah Pohon sangat unik dengan 6 lantai menjulang ke atas dan hampir semua bangunannya terbuat dari bambu dan kayu. Anda dapat merasakan sensasi makan di ketinggian dengan suasana hijau dan sejuk.

Kedai Rumah Pohon beralamat di Blunyah Rejo TR II/808, Yogyakarta. Dengan daya tampung mencapai 500 orang, Kedai ini dapat dijadikan tempat berkumpul keluarga, acara ulang tahun, gathering kantor, dan lainnya. Menu unggulan di kedai ini adalah menu-menu seafood, meski lokasi kedai ini cukup jauh dari pantai, tetapi seafood yang disajikan selalu fresh. Menu tradisional yang terdapat di kedai ini diantaranya brongkos, pepesan, penyetan dan sebagainya. 

3. Bong Kopitown

Di sini selama makan kamu akan menjadi tahanan penjara yang dimanjakan. Restoran berkonsep penjara ini yang pertama di Jakarta, bahkan bisa dibilang di Indonesia. Dengan menghadirkan nuansa penjara Hongkong tahun 60-an, kamu akan didampingi sipir di meja kasir, sedangkan narapidana akan berseliweran dari satu meja ke meja lain. Ruangan satu dengan ruang lain disekat dengan sel-sel hitam. Meskipun begitu, kamu nggak perlu khawatir kualitas makanannya begitu-begitu saja seperti di penjara. Lidah kamu akan dibuai dengan berbagai macam menu, dari makanan berat sampai ringan, dari makanan khas Cina sampai Indonesia.

4. The Captain Urban Lounge

The Captain Urban Lounge  ini memang benar-benar beda dari tempat lain. Lounge yang hampir keseluruhan interiornya terbuat dari bagian badan pesawat foker tahun 84 membuat para pengunjung bisa menikmati sensasi hang out di bagian pesawat yang mereka suka. Pengunjung bisa sekedar duduk-duduk di kursi-kursi lounge yang merupakan kursi asli dari pesawat atau bisa juga duduk di bagian sayapnya yang sudah disulap jadi meja bar. Nah, yang pengen ngerasain sensasi duduk di kokpit juga bisa coba di sini nih. Pengunjung akan mendapatkan boarding pass buat masuk ke dalam pesawat.

5. The Pirates Bay

The Pirates Bay Bali berlokasi di kawasan komplek Nusa Dua,  tempat makan ini berkonsep tentang kehidupan bajak laut. Jadi di pinggiran pantai nusa dua terdapat 1 buah kapal bajak laut yang sengaja di damparkan dengan segala macam pernak Pernik bajak lautnya yang lengkap. Mulai dari perahu, rumah pohon, tenda dan lain-lain.

6. Restoran jamban

The Pirates Bay Bali berlokasi di kawasan komplek Nusa Dua,  tempat makan ini berkonsep tentang kehidupan bajak laut. Jadi di pinggiran pantai nusa dua terdapat 1 buah kapal bajak laut yang sengaja di damparkan dengan segala macam pernak Pernik bajak lautnya yang lengkap. Mulai dari perahu, rumah pohon, tenda dan lain-lain.

Makanan dan toilet adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Tapi Cafe Jamban di Semarang justru menggabungkan keduanya. Di restoran tersebut hidangan khas seperti bakso atau es campur disajikan di dalam toilet jongkok berwarna warni.

Pemilik Cafe yang juga seorang doktor, Budi Laksono, mengaku dirinya ingin menghidupkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya kebersihan toilet untuk mencegah penyebaran penyakit.

"Di Indonesia 24 juta rumah tangga tidak memiliki akses terhadap toilet bersih. Dan banyak orang yang meninggal dunia akibat disentri, demam tifoid atau infeksi usus," ujarnya. Menurut data Badan Kesehatan Dunia, sebanyak 63 juta penduduk Indonesia 2014 silam masih menggunakan toilet terbuka.

Bima Wahyu S.R.
malangcorner


arief-arsitek


Tautan media yang lain