home

Sejarah 1 April Kota Malang


1 April menjadi hari yang special bagi khususnya masyarakat Kota Malang. Tanggal tersebut menjadi hari lahir Kota kebanggaan Arek Ngalam, Kota Malang.
Tidak hanya warga yang tinggal di Kota Malang saja yang merayakan hari jadi Kota ini, namun warga Kabupaten Malang dan juga Kota Batu turut merayakan.
Sebelumnya mari pahami dulu sekilas sejarah pemerintah Malang:

1.Malang merupakan sebuah Kerajaan yang berpusat di wilayah Dinoyo, dengan rajanya Gajayana.
2.Tahun 1767 Kompeni memasuki Kota
3.Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
4.Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
5.Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
6.1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
7.8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
8.21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
9.22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
10.2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
11.1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.

Bila kita tengkok sedikit ke arah 90-an, masih ada gap dalam kehidupan masyarakat yang tinggal di salah satu tempat di Pulau Jawa ini. Ya, di era itu masih ada jarak dan perdebatan, mana yang warga Kota Malang, mana yang ‘Malang Coret’. Para pembaca yang tengah tumbuh di era itu pasti paham, apa itu orang Malang Coret. Itu merupakan sebutan bagi mereka yang tinggal di Kabubaten Malang, dan juga Kota Batu (dulu Batu masih masuk dalam Kab. Malang). 


Terkadang hal tersebut membuat mereka yang disebut dengan Malang Coret akan susah untuk masuk dalam kemajemukan bermasyarakat di Kota Malang. Malang Coret menjadi pergunjingan yang lucu bagi mereka kala itu. Namun mereka yang menganggap menjadi warga Kota lebih keren dari pada warga Kabupaten seolah lupa, bahwa Kabupaten Malang telah berdiri lebih dulu yang kini usianya telah ribuan tahun, Kota Malang sendiri masih dalam angka ratusan tahun. Kota Malang diresmikan pada 1 April tahun 1914, sedangkan Kabupaten Malang pada 28 November tahun 760. 

Namun dengan berjalannya waktu, perbedaan tersebut seolah melebur menjadi sebuah satu kesatuan. Semua menjadi sebuah sebutan yang merakyat di telinga masyarakatnya, Malang Raya. Sebuah identitas baru bagi tiga daerah yang ada, Kotamadya Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Wisata Batu. Ketiga daerah tersebut kini telah bersinergi untuk tumbuh menjadi sebuah wilayah-wilayah yang terbaik bagi warga dan pengunjungnya. 


Malang Raya mempunyai banyak aspek untuk menjadi sebuah tempat tujuan wisata, baik domestik maupun asing. Mulai dari wisata pegunungan, pantai, air terjun, taman wisata, situs sejarah, kuliner, cuaca yang sejuk, serta keramahan warganya.
Apalagi Malang Raya juga merupakan salah satu Kota Pendidikan di Tanah Air ini. Ada ratusan sekolah dan perguruan tinggi, baik swasta dan negeri, yang tersebar dalam tiga daerah Malang Raya. Biaya hidup yang relatif murah dibanding kota-kota besar lainnya, menjadi daya tarik sendiri bagi mereka yang mulai jatuh hati pada tiga daerah yang identik dengan logo buah Apel ini.

Lantas, apa hubungannya penjabaran panjang mengenai tiga daerah Malang Raya tersebut dengan sepak bola. Tidak bisa dipungkiri, saat ini Malang Raya tidak lepas dengan keberadaan salah satu klub sepak bola, Arema Malang. Terutama Kota Malang. Klub sepak bola yang berasal dari akronim ‘Arek Malang’ baru berdiri pada 11 Agustus 1987 di Kota Malang, seolah menjadi senjata baru bagi Malang Raya. 
Arema dan juga suporter fanatiknya, Aremania, berjalan beriringan untuk mengkampanyekan apa itu Malang, dimana letaknya, dan apa istimewanya. Arema dan Aremania berlomba menciptakan prestasi di rel-nya masing-masing, berdampak besar bagi kemajuan Malang Raya. 

Malang yang dianggap daerah yang subur, memiliki udara yang sejuk dan akses jalan utama ke pelabuhan Surabaya akhirnya mengeluarkan Undang-Undang Desentralisasi (Decentralisatiewet) pada tahun 1903 yang baru ditetapkan pada 1905 yang berisi memberikan hak pemerintahan sendiri kepada karesidenan dan kabupaten yang diperintah oleh dewan wilayah (kabupaten) yaitu oleh seorang residen dan dewan kotapradja (gemeenteraad) seorang burgemeester (wali kota).
Meski terhitung prematur, kota Malang memiliki prestasi yang luar biasa. Dari yang awalnya masih menjadi bagian dari Pasuruan, akhirnya menjadi kota tersbesat kedua di Jawa Timur. Banyak juga nama yang didedikasikan untuk kota Malang seperti Paris Van East Java, Malang Kota Bunga dan lain-lain.
Selamat Ulang Tahun Kota Malang yang ke 102, semoga menjadikan Kota yang bersih, indah dan serta keelokanmu merupakan tempat paling nyaman bagi kami dan tak terganti. 


arief-arsitek


Tautan media yang lain