home

Sejarah Arsitektur Kolonial Kota Malang


Malang adalah salah satu kota kecil di jawa timur yang di kelilingi oleh gunung-gunung yang megah. Dulunya malang adalah salah satu kota penting bagi belanda selain Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya maka dari itu banyak bangunan colonial yang terdapat di kota malang. Aristektur colonial di malang masih terasa kental, apalagi yang terdapat di kawasan Ijen. Beberapa bangunan di sekitarnya merupakan cagarbudaya seperti perpustakaan pusat kota malang, toko oen, dll. Di jalan Ijen ini pula berdiri dengan megahnya sebuah katedral yang dibangun sekitar tahun 1936 dengan nama Gereja Santa Maria Bunda Karmel atau masyarakat lebih sering menyebutnya dengan Gereja Ijen. Gedung bangunan Gereja ini masih utuh dan masih mempertahankan bentuk aslinya. Gereja yang bergaya neo gothic eropa sering menjadi pusat perhatian dan tempat favorit para penimat fotografi karena letaknya strategis di ujung jalan ijen. Gereja Ijen ini dikenal sebagai landmark Kota Malang dan merupakan salah satu bangunan yang elegan, cantik serta kokoh.

Selain bangunan-bangunannya lanskap jalan yang berada di kawasan ijen juga bergaya colonial dengan jalan yang lebar yang di bagi oleh taman yang luas di tengahnya. Disamping jalan raya terdapat pedestrian ways yang diapit oleh taman-taman kecil. Karena letak kawasan tersebut berada di tengah-tengah kota malang setiap minggunya di jadikan sebagai area car freeday dan acara malang tempo doloe yang dilaksanakan tiap tahunnya.

Selain di kawasan ijen bangunan colonial belanda juga terasa pada kawasan tugu. Yang pada awalnya merupakan pusat pemerintahan belanda di kota malang. Gaya arsitektur colonial yang di terapkan disana mempunyai pola-pola kota jawa kuno seperti yang ada pada di dinoyo dan singosari. Kayutangan yang sekarang adalah Jalan Basuki Rahmat, merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kota Malang, kawasan ini pada masa colonial merupakan kawasan pusat perdagangan di Kota Malang selain kawasan Pecinan. Kawasan ini menyimpan banyak sejarah, hal ini dapat di lihat dari tampilan visual bangunan-bangunan yang ada di kawasan tersebut. Kawasan Kayutangan, adalah koridor Jalan Basuki Rahmat yang memiliki fungsi utama sebagai kawasan perdagangan dan jasa. Koridor ini pada awalnya terdiri atas bangunan-bangunan kolonial kuno bersejarah yang berderet sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Selain itu, ada pula kawasan perkampungan di gang-gang Kayutangan yang memiliki fungsi sebagai kawasan permukiman. 

Kawasan perkampungan ini masih memiliki bangunan-bangunan rumah tinggal dengan gaya arsitektur kolonial Belanda yang masih bertahan Kota malang memiliki tampilan bangunan bergaya Indo Eropa (Indo Europeeschhen Architectuur Stijl) yang dikombinasikan dengan gaya Eropa klasik (Art Deco) dipadukan dengan atap-atap tropis yang telah menjadi ciri khas prototype bangunan kuno-bersejarah di Kota Malang. Dengan penerapan prinsip simetris terhadap sumbu, dan bukaan fasade bangunan menjadikan bangunan berkesan monumental. Bentuk atap dengan kemiringan sudut dan bahan atap yang senada menjadikan bangunan menjadi selaras dengan lingkungannya. Oleh karena itu, melihat banyaknya bangunan kuno-bersejarah dengan ciri khas tertentu dan masih bertahan sampai saat ini, maka segera perlu mendapat perhatian untuk pelaksanaan perlindungan dan pelestariannya.

Dilihat dari kondisi bangunan di masing-masing kawasan perlu ada tiga pertimbangan yang harus dijadikan dasar dalam pelestarian bangunan kuno-bersejarah di Kota Malang, yaitu preservasi, konservasi, dan demolisi. Ketiga hal itu, juga harus memperhatikan hasil studi yang ada terhadap kawasan tersebut, dan peraturan pemerintah yang diberlakukan di kawasan itu, karena pada tahap berikutnya kebijakan yang telah dibuat akan sangat berpengaruh pada tahapan implementasi. Pedoman standar pelestarian dan perlindungannya untuk setiap kawasan di Kota Malang perlu diberlakukan tidak sama. Klasifikisai bangunan kuno-bersejarah dan kriteria fisik-visualnya sangat tergantung pada penentuan makna kultural dari masing-masing bangunan yang dianggap mempunyai nilai sejarah tinggi.

Aisyah Nurmalita / Ir. Arief Rakhman Setiono, MT.


arief-arsitek


Tautan media yang lain