home

Sentra Industri Emping Jagung Malang


Malang - Di kota kecil Talok sekitar 25 km dari Kabupaten Malang, Jawa Timur berkumpul sekitar 15 perajin marning jagung. “Produk unggulan industri kecil menengah, Kabupaten Malang selain pangan seperti tempe, emping melinjo, tiwul (makanan dari singkong) dan makanan kering, adalah marning jagung,” kata Drs. Agus Satriyo, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Perindag Kabupaten Malang.  Selain itu Malang juga memiliki sentra komoditi lain, di Sumberpasir terdapat 54 perajin dibidang sandang khususnya bordir, dan di Bululawang terdapat 20 perajin kulit. Untuk jenis usaha kimia dan bahan bangunan ada sentra genteng, kapur, dan keramik yang berjumlah 466 perajin. Sedang jenis usaha kerajinan umum berupa kerajinan mendong jumlahnya paling banyak mencapai 201 perajin. Masih ada usaha kerajinan lainnya seperti kayu, cobek batu, klompen, gerabah merah, dan perajin bambu. Sementara usaha logam yang terdiri dari kompor dan pande besi, berjumlah 77 perajin. Untuk usaha marning jagung, di desa Talok, Malang sudah berlangsung turun temurun. Ini berkaitan dengan Talok sebagai daerah agraris, yang mayoritas penduduknya menanam jagung disamping padi dan hasil pertanian lainnya. Luas lahan pertanian untuk jagung sekitar 63.181 ha dengan tingkat produksi 252.629 Kw.

Untuk mempertahankan eksistensi sentra marning jagung di desa Talok, Kecamatan Turen ini, perlu pembinaan lebih lanjut pada peningkatan teknologi yang sudah ada seperti oven pengering dan perbaikan kemasan produk marning siap santap (sudah matang),” papar Drs. Agus Satriyo. Untuk pengeringan biasanya menggunakan sinar matahari, namun jika musim hujan tiba maka pengeringan dilakukan dengan oven. Harga oven tersebut sekitar Rp 250 juta, tambahnya. Selain itu lanjut Agus, perlunya tercipta pengembangan jaringan pemasaran serta kerjasama antar pengusaha, sehingga ada kesamaan nilai jual. Karena selama ini masing-masing pengusaha sudah mempunyai jalur distribusi sendiri-sendiri. Dengan adanya perbaikan teknologi, perajin diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas produknya, sehingga perajin marning jagung dapat meningkatkan pendapatannya.

Kondisi saat ini, umumnya perajin atau pengusaha industri pangan skala kecil atau rumah tangga proses produksinya masih kurang memperhatikan sanitasi lingkungan, sehingga terkesan kusam, dan jorok. Ketika ditanya apakah sudah pernah mendapat pelatihan Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) untuk pengusaha maupun aparat di Kabupaten Malang, jawabannya; “aparat Peridagkop di Kabupaten Malang belum pernah ada yang mengikuti pelatihan dimaksud”. Selama ini Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah sudah seringkali mengadakan pelatihan CPMB bagi pengusaha khususnya pangan dan aparat Dinas Perindag di seluruh Indonesia. Rupanya perlu dipikirkan pelatihan tersebut pada waktu mendatang tidak hanya terbatas pada aparat di tingkat Propinsi tetapi juga bagi aparat di Kabupaten. Saatnya sentra marning jagung di Talok ini, mendapat AMT (Achievment Motivation Training) pelatihan pencapaian tujuan, agar mereka bersatu, saling mendukung agar menjadi kekuatan dalam meningkatkan perekonomian daerah. Boedi Sawitri.S
 
Sumber : http://ikm.kemenperin.go.id/


arief-arsitek


Tautan media yang lain