home

Teritisan, Unsur Bioklimatik Pada Bangunan Rumah Tinggal


Teritisan merupakan bidang yang terletak pada bagian atas jendela berupa bentuk permukaan menonjol dari dinding bangunan maupun pada ujung atap.Fungsi teritisan beragam antara lain sebagai pembayang, elemen peneduh dari cuaca khususnya curah hujan dan panas matahari. Pada praktik bangunan saaat ini, banyak modifikasi teritisan bangunan yang diwujudkan berupa kanopi, cantilever atau dak beton dengan panjang yang beragam yakni sekitar 0,6 - 0,8 meter atau bahkan sampai 2 meter.

Namun tahukah anda bahwa sebenarnya teritisan merupakan aspek yang dapat digolongkan sebagai elemen bioklimatik pada bangunan sederhana seperti rumah tinggal? Istilah bioklimatik sendiri diperkenalkan oleh Kenneth Yeang dari Malaysia yang berarti kemampuan suatu bangunan tanggap terhadap kondisi iklim atau cuaca. Yeang mengungkapkan bahwa aspek bioklimatik dapat diwujudkan dengan memperhatikan elemen bangunan seperti orientasi bangunan, banyak bukaan jendela, taman dalam bangunan, area transisi,terdapat balkon, alat pembayang pasif, desain dinding, dan sistem open plan (massa bawah bangunan yang tidak terlalu massif). Namun pengertian bioklimatik Ken Yeang serta elemen-elemen yang menaunginyamasih terbatas pada konstruksi bangunan tinggi.

Sebagai aspek bioklimatik, teritisan memegang peranan penting dalam fasad rumah tinggal khususnya di Indonesia yang memiliki karakteristik iklim tropis dengan curah hujan tinggi dan lama penyinaran matahari yang kadang berkepanjangan sehingga penggunaan teritisan sebaiknya dapat diolah sebaik mungkin sebagai estetika rumah yang memiliki nilai fungsional yang  tanggap terhadap cuaca. 

Seiring dengan perkembangan teknik bangunan saat ini tidak ada salahnya bagi kita mulai memodifikasi elemen bioklimatik pada bangunan tinggi (elemen milik Ken Yeang) untuk diterapkan pada bangunan rumah tinggal melalui elemen teritisan tersebut, seperti penerapan shading (mis: kisi-kisi) pada dak di atas jendela, pemanjangan teritisan yang juga dimanfaatkan sebagai kanopi parkir dapat menjadi area penanaman tanaman vertikal, memperbanyak penggunaan teritisan pada sisi depan atau sisi rumah yang menghadap barat, teritisan yang diperpanjang sebagai dak yang memisahkan 2 massa bangunan menjadi koridor bangunan (area transisi), dan teritisan membentuk dak-dak yang dipergunakan sebagai fasad yang menonjol pada bagian depan rumah (unsur estetika). 

Melalui artikel ini diharapkan penghuni rumah tinggal tidak menganggap bahwa kehadiran teritisan tidak seharusnya diperkecil sebagai salah satu langkah pemangkasan biaya pembangunan.

Nurul Amalia, ST.
PT. Arief Arsitek
Greenwood Golf III / 40 Malang 
www.arief-arsitek.com
0341-6102999 / 9795999 
malang.corner@outlook.com
nurulamalia006@gmail.com 


arief-arsitek


Tautan media yang lain