home

UMM Miliki Alat Ukur Bahasa Inggris Setara Internasional


Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat ini memiliki alat pengukur bahasa Inggris yang setara internasional, yaitu Test of Academic English Proficiency (TAEP). Seperti Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan International English Language Testing System (IELTS), TAEP ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang.

Yang membedakannya, menurut Direktur Language Center (LC) UMM Dr Masduki MPd, TAEP ini merupakan serangkaian tes yang dibuat langsung oleh UMM, sedangkan TOEFL, IELTS, dan berbagai alat tes lainnya merupakan produk dari negara lain. “Keuntungan dari TAEP ini, karena dibuat sendiri oleh UMM, maka dapat terhindar dari penggunaan TOEFL atau IELTS secara ilegal,” terangnya.

TAEP dijamin low cost namun kualitasnya tetap terjamin. “Saya jamin mahasiswa yang mampu mengerjakan TAEP dan hasilnya tinggi, dites lagi dengan tes apapun hasilnya pasti tinggi juga,” tegas Masduki.

TAEP sebetulnya sudah diberlakukan di UMM sejak tahun 2012, dan baru tahun ini TAEP dipatenkan oleh Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Masduki menerangkan, TAEP telah diuji coba dan diakui kualitasnya setara dengan tes kemampuan bahasa Inggris standar internasional lainnya. “Misalnya tahun lalu, mahasiswa UMM yang mengikuti beasiswa Erasmus Mundus ke Eropa hanya melampirkan dokumen TAEP tanpa disertai TOEFL atau IELTS, dan hal itu tetap diakui oleh Komisi Eropa,” terangnya.

Lebih lanjut kata Masduki, TAEP lebih mewadahi representasi bahasa Inggris secara global karena pengisi suara untuk tes listening tidak hanya berasal dari Inggris dan Amerika, namun juga mahasiswa dari berbagai belahan dunia, seperti Brazil, Italia, Jepang, Nigeria, Polandia, Prancis, Singapura, Spanyol, Uzbekistan, dan sejumlah negara lainnya.

“Dengan begitu, nada dan pelafalannya berbeda-beda sesuai dengan negaranya. Itu kan sesuai dengan status bahasa Inggris sebagai bahasa global, tidak hanya milik Amerika atau Inggris saja. Jadi TAEP ini memang lebih globish (global English, red),” tuturnya.

Untuk pengisi suaranya, Language Center (LC) bekerjasama dengan International Relations Office (IRO) yang mengkoordinir mahasiswa asing di UMM. Terkait pelaksanaannya, kepala program English for Specific Purposes (ESP), Wahyu Widi mengatakan, TAEP dapat dilakukan dalam tiga tahap. Yang pertama sebelum proses pengajaran dimulai, kedua pada semester lima, dan yang terakhir setelah mahasiswa wisuda. Penggunaan waktu jeda tersebut, untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisnya secara informal. Dokumentasi grafik hasil tes tiap mahasiswa dapat dilihat di kantor LC.

Widi menilai, sumber daya manusia (SDM) dan minat mahasiswa terhadap bahasa Inggris sudah bagus. “Mahasiswa sudah sadar pentingnya bahasa Inggris. Mereka pun melaksanakan TAEP dengan baik,” ujarnya.
 
Sumber: http://www.umm.ac.id/ 


arief-arsitek


Tautan media yang lain