home

Fakta Tentang Mimpi


Anda pasti pernah bermimpi semua orang pasti akan mengalami tidak terkecuali orang tuna netra. Mimpi bisa menjadi sesuatu yang ajaib, liar, menginspirasi , bahkan bisa bikin kita ketakutan setengah mati. Di balik mimpi ternyata ada fakta-fakta yang unik di dalam mimpi. berikut fakta-fakta tentang mimpi.

1.Mimpi dapat di kontrol



Mengontrol mimpi atau Lucid dream adalah kondisi dimana seseorang merasa sadar dengan mimpinya dan bisa mengontrol mimpinya tersebut. Lucid dream adalah dunia di mana kamu bisa melakukan segala hal tanpa batas; cuma imajinasi yang akan membatasimu. Bahkan, orang-orang tertentu yang punya fokus kuat bisa mempelajari keterampilan-keterampilan tertentu, misalnya belajar mengendarai mobil atau melakukan eksperimen. Tidak haya itu Lucid dream ternyata dapat di latih lho.

2.Banyak penemuan yang di inspirasikan dari sebuah mimpi

Ternyata mimpi juga  bisa menginspirasi seseorang. Gak cuma hal remeh yang berguna untuk pribadi kita saja, tetapi juga penemuan-penemuan yang mengubah cara hidup 
manusia zaman sekarang. Yang juga terinspirasi dari mimpi berikut  Sedikit contohnya:
a. Ide Google yang digagas oleh Larry Page,
b. Generator listrik AC (alternating current) dari Nikola Tesla,
c. Bentuk spiral double-helix DNA yang ditemukan oleh James Watson,
d. Mesin jahit yang diciptakan Elias Howe,
e. Tabel periodik unsur-unsur kimia Dimitri Mendeleyev.

3.Mimpi beneran bisa jadi firasat

Ada beberapa kasus di mana orang-orang benar-benar mengalami kejadian yang persis sama seperti yang pernah mereka mimpikan sebelumnya. Hal ini memang masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan, mengingat bukti ilmiahnya belum jelas. Banyak yang cuma menganggapnya takhayul. Contoh mimpi firasat yang terkenal antara lain mimpi Abraham Lincoln tentang pembunuhan yang menimpanya, mimpi ramalan tentang tenggelamnya kapal Titanic, serta mimpi yang dialami korban insiden 9/11. Percayakah anda?

4.Tindihan tidak  tak perlu di takutkan



 Pernahkah anda mengalami ketindihan saat sedang tidur?  ketindihan memang sesuatu pengalaman  yang sangat tidak  menyenangkan, karena tubuh kita terasa lumpuh dan seringkali kita akan  merasa ada “sesuatu” yang hadir di dekat kita. Padahal, sleep paralysis alias kelumpuhan tidur sebenarnya hal yang normal. Ketika tidur, saraf motorik tubuh kita memang dinonaktifkan agar kita gak bergerak-gerak saat bermimpi. Tapi, kadang kita tersadar saat tubuh kita sudah dinonaktifkan. Akibat gak bisa menggerakkan tubuh, bagian otak bernama amygdala bereaksi dan timbullah halusinasi yang menakutkan. Jadi, kalo kamu mengalami ketindihan lagi, gak usah panik. Tetap tenang dan hitung sampai sepuluh. Biasanya sleep paralysis cuma berlangsung beberapa detik, kok.

5.Saat tidur dan bermipi, aktivitas otak semakin meningkat



Ternyata ketika mimpi kita akan mengalami aktivitas otak yang lebih aktif  dari pada ketika kita beraktivitas ketika siang hari. Kita biasa mengidentikkan tidur dengan kondisi yang damai dan tenang. Ternyata itu hanya terlihat dari luarnya saja.

6.Anda selalu bermimpi, namun belum tentu bisa mengingatnya. 

Ketika kamu merasa bahwa saat tidur kamu tidak bermimpi apapun, itu keliru. Kamu tetap bermimpi sekalipun kamu gak mengingatnya sama sekali. Sekalipun sempat mengingatnya, kamu akan melupakan 50 persen mimpimu. Sepuluh menit setelahnya, 90 persen mimpi akan terlupa. Makanya, detil mimpi yang kamu ingat dengan kuat saat kamu terbangun bisa tiba-tiba hilang begitu saja. Tapi, kamu bisa mengingat lebih banyak jika terbangun di fase REM.
 
7.Kita Cuma akan memimpikan orang-orang  yang pernah kita lihat

Di dalam mimpi, kita tidak bisa memvisualisasikan wajah orang yang tidak pernah kita lihat di kehidupan nyata. Orang yang paling asing di dalam mimpi mungkin pernah kita lihat di suatu tempat dan waktu dalam hidup kita. Kamu hanya gak mampu mengingatnya saja. Jadi, jgan heran jika ada menemukan  Orang berwajah seram yang berpapasan denganmu di jalan mungkin bakal jadi tokoh antagonis di mimpimu selanjutnya.
 
8.Tidak semua orang mengalami mimpi yang berwarna 



Anda  mungkin pernah mengalami mimpi yang tanpa warna. Namun, ternyata sekitar 12% orang hanya bermimpi dalam warna hitam-putih. Selain itu, generasi yang mengalami televisi monokrom cenderung lebih sering bermimpi dengan visual yang hitam-putih dibanding mereka yang terbiasa menonton televisi berwarna.

Ina Wijayanti
malangcorner


arief-arsitek


Tautan media yang lain