home

Mengenal “Dinding Berpori” pada Desain Eksterior dan Interior Bangunan


Desain dinding berpori pada saat ini mulai banyak diaplikasikan pada bangunan-bangunan modern. Dinding berpori sendiri dikenal sebagai dinding yang tidak terlalu massif namun memiliki lubang ataupun celah yang  berfungsi sebagai estetika baik sebagai pembentuk efek bayangan dalam interior maupun untuk mempercantik fasad luar bangunan.  Bila ditinjau dari sisi sains dan teknologi bangunan, fungsi dinding berpori berperan sebagai pencahayaan alami maupun penghawaan alami dalam bangunan. Sebagai contoh sederhana dinding berpori pada bangunan saat ini ialah penggunaan roster.

Pada awalnya penggunaan desain dinding berpori diilhami dari dinding anyaman bambu (gedeg). Secara garis besar renggang pori-pori dinding anyaman dapat menghasilkan 10% penghawaan ruangan yang sesuai dengan kenyaman termal manusia. Selain itu beberapa bentuk anyaman juga berpotensi untuk memasukkan cahaya  tembus dalam ruangan sebesar 1,0%-5,2% (sumber: : Pola struktural dan teknik bangunan di Indonesia karya Heinz Frick).

Bangunan dengan menggunakan desain berpori kemudian diperkenalkan kembali pada rumah pori-pori karya arsitek Budi Pradono yang juga menyebutkan bahwa dinding berpori merupakan bagian dari secondary skin (fasad kedua) pada eksterior bangunan sehingga rumah seakan-akan mempunyai pori-pori sebagai sirkulasi udara. Secara fisik bangunan dari dalam akan memperlihatkan struktur utamanya yaitu baja ekspos sehingga dapat menjadi elemen estetis yang sangat unik untuk penunjang interior bangunan itu sendiri. Dengan kulit bangunan berupa pori-pori dari material bambu memberikan  bayangan yang menimbulkan efek berbeda di dalamnya. Dengan adanya Secondary skin  berupa pori-pori dinding maka  dapat berfungsi pula sebagai penahan panas yang merupakan solusi untuk meminimalisasi intensitas cahaya matahari, terutama matahari sore yang panas agar tidak masuk secara maksimal pada sebuah bangunan.

Melalui sisi sains dapat disimpulkan bahwa dinding berpori dapat membantu kontrol lingkungan terutama dalam sistem penghawaan dan pencahayaan alami. Penerapan dinding berpori  pada desain hunian modern juga dapat menggunakan material yang beragam seperti rangkaian potongan bambu, batako, ukiran kayu,baja ekspose sedangkan untuk memaksimalkan sistem penghawaan dan pencahayaan yang efektif  tergantung dengan perhitungan jarak dari pemasangan material tersebut.

Nurul Amalia, ST.
PT. Arief Arsitek
Greenwood Golf III / 40 Malang 
www.arief-arsitek.com
0341-6102999 / 9795999
malang.corner@outlook.com
nurulamalia006@gmail.com 


arief-arsitek


Tautan media yang lain