home

TIPS BAGAIMANA MEMBANGUN HUBUNGAN LEBIH BAIK DENGAN ORANGTUA


Masalah dalam hubungan orang tua dan anak adalah hal yang lazim terjadi. Anda memiliki keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua? Tenang saja, Anda tidak sendirian. Membangun hubungan yang lebih baik dengan orang tua memang tidak mudah, terutama jika Anda masih mengedepankan ego dan enggan berkompromi. Beberapa langkah yang perlu Anda lakukan adalah: mengenali masalah utama dalam hubungan Anda dengan orang tua, menjalin hubungan yang lebih dewasa dengan mereka, dan berfokus untuk mengubah pola pikir dan perilaku Anda di sekitar mereka. Baca terus artikel ini untuk mengetaui penjelasan lebih lengkapnya!
 
1.Mengubah Diri Anda 
 
Tunjukkan inisiatif Anda. Jangan menunggu orang tua Anda yang berinisiatif untuk memperbaiki hubungan. Jika Anda ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan mereka, tunjukkan inisiatif Anda segera!

2. Tunjukkan penghargaan Anda. 
 
Pertimbangkan segala hal yang telah mereka lakukan untuk Anda; segala bantuan mereka, serta segala hal yang mereka lakukan dan memengaruhi pola pikir Anda. Anda pasti akan merasa lebih bersyukur dan semakin termotivasi untuk memperbaiki hubungan setelahnya. Anda juga akan terdorong untuk mau lebih berkompromi dan memaafkan ketika mereka membuat Anda kesal.
- Beri tau mereka bahwa Anda menghargai segala hal yang telah mereka lakukan. Merasa tidak dihargai itu menyakitkan; jangan biarkan orang tua Anda merasakannya.
- Tunjukkan penghargaan Anda lewat tindakan. Belikan barang-barang yang mereka inginkan atau – jika Anda masih tinggal bersama mereka – bantu mereka membersihkan rumah atau mencuci baju tanpa diminta. Tindakan sesederhana itu pun sudah cukup membuat mereka bahagia.
 
3.Berpisahlah secara emosional dengan orang tua Anda. 
 
Bukan berarti Anda tidak boleh lagi memedulikan atau menyayangi orang tua Anda. “Berpisah” di sini berarti tidak lagi terlalu terikat secara emosional dengan orang tua Anda. Ini perlu Anda lakukan untuk mengurangi perdebatan dan ketidaksepakatan dengan mereka. Mengurangi keterikatan emosi juga mempermudah Anda untuk melepaskan diri dari sebuah situasi tanpa perlu menyakiti siapa pun. Ada dua hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi keterikatan emosional dengan mereka:
Tidak perlu selalu meminta izin kepada mereka. Definisikan diri Anda dan buatlah keputusan berdasarkan pemahaman Anda sendiri.
- Akui masa lalu Anda dan berusahalah melanjutkan hidup. Hubungan Anda dengan orang tua di masa lampau mungkin tidak terlalu baik. Ingat-ingat pengalaman buruk tersebut dan cobalah menilai peran Anda selama ini. Namun jangan pernah membiarkan pengalaman buruk tersebut menguasai hidup Anda dan mendefinisikan hubungan Anda ke depannya.

4.Terimalah perspektif mereka. 
 
Sering kali, masalah dalam hubungan muncul ketika salah satu pihak tidak mau memahami perspektif pihak lainnya. Cobalah berempati kepada orang tua Anda dan pahami alasan di balik sikap-sikap mereka; niscaya Anda akan lebih mudah berkompromi dan memperbaiki hubungan dengan mereka. 
- Terimalah kenyataan bahwa orang tua Anda memang berbeda. Mereka tumbuh di generasi yang berbeda, menganut norma sosial yang berbeda, dikelilingi oleh teknologi yang berbeda, menerima pola asuh yang berbeda, dan memiliki pola pikir yang tentunya juga berbeda. Pikirkan bahwa cara mereka menjalani hidup pastilah sangat berbeda dengan cara Anda menjalani hidup. Sadari bahwa segala perbedaan tersebut mampu menimbulkan masalah dalam hubungan Anda dan mereka.
- Sisipkan pengetauan tersebut ketika sedang berdiskusi dengan mereka. Ingatkan mereka bahwa zaman sudah berubah; mintalah mereka untuk mengingat-ingat hubungan mereka dengan orang tua mereka. Amati apakah mereka pernah mengalami masalah akibat adanya perbedaan “generasi” dengan orang tua mereka.
- Jika hubungan Anda memburuk karena mereka melarang Anda berlibur berdua besama pasangan, cobalah mengingatkan mereka bahwa orang-orang di generasi mereka memang cenderung lebih konservatif. Zaman sudah berubah, situasi sudah berubah, dan faktanya kegiatan berlibur berdua dengan pasangan adalah hal yang umum dilakukan saat ini.

5.Bangun identitas diri Anda. 
 
Tentu saja Anda diperbolehkan memikirkan diri sendiri dan memiliki pendapat sendiri. Jangan ragu memperkuat kemandirian dan membangun identitas diri; secara tidak langsung, ini akan membantu menggiring hubungan Anda dan orang tua ke arah yang lebih dewasa.
- Temukan diri Anda. Kesampingkan pendapat orang lain (termasuk orang tua Anda) mengenai diri Anda dan cara Anda menjalani hidup, lalu tanyakan beberapa pertanyaan penting kepada diri Anda seperti, “perasaan seperti apa yang paling ingin kurasakan?” atau “apa yang ingin kulakukan untuk menghabiskan waktu?” atau “apa talentaku?” atau “orang seperti apakah aku ini?”. Pastikan Anda menjawab semua pertanyaan dengan jujur.
- ketika Anda memutuskan untuk mengikuti pendapat orang tua, tanyakan ini kepada diri Anda, “Apakah aku mengikuti pendapat mereka karena aku tau pendapat mereka benar? Atau apakah aku memang memiliki kecenderungan untuk secara otomatis mengikuti pola pikir mereka (seperti mengenai hubungan romantis, pandangan politik, atau hal-hal sesederhana tim olahraga favorit)?”.

6.Cobalah memandang mereka sebagai orang dewasa lainnya, bukan sebagai orang tua Anda.
 
Jika terus-menerus memandang mereka sebagai orang tua, tanpa disadari Anda bisa saja bersikap seperti anak-anak di hadapan mereka. Akibatnya, misi Anda pun gagal dilancarkan.
- Jika Anda terus-menerus mengandalkan orang tua Anda dalam hal finansial, mereka akan merasa berhak memberikan nasihat yang tidak Anda inginkan atau memaksa Anda menghabiskan waktu bersama mereka.


arief-arsitek


Tautan media yang lain